Sosial Media dan Validasi Manusia
Dulu aku suka banget bacot gak jelas dan posting apa aja di sosmed kayak Twitter, Instagram, dan lain-lain. Setelah itu, sekian waktu tanpa sosmed, tiba-tiba dapat wangsit buat tulisan ini. Ganti perspektif baru emang kayak buka lembar baru. Sekarang udah gak lagi memandang sosial media sebagai wadah pengguna buat nunjukkin eksistensinya. Ini berlaku untuk akun-akun individu ya, bukan akun jualan yang butuh sosmed sebagai strategi marketingnya atau para aktivis buat menyebarkan ideologi mereka. Berlaku buat manusia yang menggunakan akun sosial media pribadinya buat aktualisasi diri dengan validasi dari pengguna sosmed lainnya kayak yang dulu aku lakuin. Di posisi ketika aku merasa sosmed cuma aksesori semata, gak ada aku mikir ribet penting engganya sosmed di kehidupan kita. Upload ya upload aja, ada yang komen baik ya seneng, kalo buruk ya sedih. Kadang jadi mood wrecker tapi ya lakonin aja hidup ala pengguna sosmed. Sekarang kan sosmed udah kayak kebutuhan individu miskin validasi j...