Berhenti
Sebuah catatan ingatan tentang masa-masa terkelam hidupku: Membagi kerapuhan tidak membuatku semakin tak berdaya ataupun semakin kuat. Setidaknya tulisan ini membantuku belajar menghadapi kisah gelapku terdahulu. Merangkul kembali bagian dari diriku yang tidak pernah kusukai keberadaannya. Sebuah pikiran kusut di tengah kemelut yang coba kuterima. Ini bagian dariku yang tak bisa kuterima. Waktu ketika aku berhenti. Berhenti dari pengharapan dan keputusasaan karena hati yang mati. Memo Depresi Mei 2018 Aku berhenti melakukan apa yang aku sukai. Aku berhenti menulis novel dan cerita pendek. Aku berhenti menulis puisi. Aku berhenti menggambar. Aku berhenti menyanyi. Aku berhenti berkomunikasi dengan orang yang kusukai. Aku berhenti berpura-pura tidak canggung dengan orang yang menyukaiku. Aku kehilangan kesenangan untuk sesuatu yang dulu membuatku bersenang-senang. Aku berpikir tentang kematian lebih sering dari biasanya. Bukan soal ketakutan akan waktunya datang. Tapi tentang betapa...