Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Berhenti

Sebuah catatan ingatan tentang masa-masa terkelam hidupku: Membagi kerapuhan tidak membuatku semakin tak berdaya ataupun semakin kuat. Setidaknya tulisan ini membantuku belajar menghadapi kisah gelapku terdahulu. Merangkul kembali bagian dari diriku yang tidak pernah kusukai keberadaannya. Sebuah pikiran kusut di tengah kemelut yang coba kuterima. Ini bagian dariku yang tak bisa kuterima. Waktu ketika aku berhenti. Berhenti dari pengharapan dan keputusasaan karena hati yang mati.  Memo Depresi Mei 2018 Aku berhenti melakukan apa yang aku sukai. Aku berhenti menulis novel dan cerita pendek. Aku berhenti menulis puisi. Aku berhenti menggambar. Aku berhenti menyanyi. Aku berhenti berkomunikasi dengan orang yang kusukai. Aku berhenti berpura-pura tidak canggung dengan orang yang menyukaiku. Aku kehilangan kesenangan untuk sesuatu yang dulu membuatku bersenang-senang. Aku berpikir tentang kematian lebih sering dari biasanya. Bukan soal ketakutan akan waktunya datang. Tapi tentang betapa...

"Jangan sentuh! Nanti marah."

 Dari aku kecil ayahku selalu bilang, "Jangan sampe disentuh sama laki-laki, ya! Bukan mahram." Ucapan itu selalu terngiang setiap aku bergaul sama lawan jenis kemudian menjadi prinsipku. Ditambah dengan trauma masa kecilku dengan kaum lelaki, ucapan itu seperti sakral bagiku. Seluruh kelas tahu aku paling anti sama lelaki. "Jangan pegang Qolbu, nanti dia marah," katanya mereka. Bahkan walaupun gak sengaja bersentuhan, aku pasti langsung bersikap defensif dan menjauh secara otomatis. Mereka paham. Meskipun ada juga anak iseng yang penasaran sama aku karena gak pernah mau dekat-dekat. Tapi ya sekedar meledek aja, gak pernah berani menyentuh, karena kalo tersentuh dan mereka sengaja ngelakuin itu, aku pasti langsung jadi liar dan berpindah jadi mode ofensif. Kupukul pakai sapu pernah. Buku pernah. Lemparin penghapus juga pernah. Habis itu menangis. Aku yang dari kecil susah bergaul juga, akhirnya cuma punya sedikit sahabat yang semuanya perempuan. Sampai pernah suatu ...

Jatuh Cinta Bulan Agustus

Aku jatuh cinta.  Namanya Shon. Dia lembut, pengertian, pekerja keras, setia, ramah, disiplin, suka olahraga, kakak yang baik, bertanggung jawab, pencemburu, selfless . Aduh terlalu banyak deskripsi sifatnya yang mampir di kepala. Seakan-akan aku orang yang udah kenal seutuhnya sama dia. Iya sih sejak kenalnya udah lama. Kenal pas 2016. Waktu aku masih jadi anak ingusan yang hobinya baca webtoon dan benci difoto. Tapi baru akhir-akhir ini tertarik lagi sama dia setelah nyaris 4 tahun tanpa kabar. Tidak sepenuhnya tanpa kabar sih. Ya baru intens lagi kemarin. Tapi habis itu putus komuniksi lagi. Kapan ya dia bakal muncul lagi. Katanya sih April, tapi sudah masuk Agustus, aku masih belum tahu gimana kabarnya. Dia masih sama dari dulu. Kenapa ya dulu aku gak jatuh cinta sama dia? Sayangnya dia gak mungkin suka sama aku. Dia punya Lyra. Ya gak apa-apa juga sih. Aku senang dia sama orang lain. Toh yang buat aku jatuh cinta salah satunya adalah bagaimana dia memperlakukan Lyra. Aku harap...