Jatuh Cinta Bulan Agustus
Aku jatuh cinta.
Namanya Shon. Dia lembut, pengertian, pekerja keras, setia, ramah, disiplin, suka olahraga, kakak yang baik, bertanggung jawab, pencemburu, selfless. Aduh terlalu banyak deskripsi sifatnya yang mampir di kepala. Seakan-akan aku orang yang udah kenal seutuhnya sama dia. Iya sih sejak kenalnya udah lama. Kenal pas 2016. Waktu aku masih jadi anak ingusan yang hobinya baca webtoon dan benci difoto. Tapi baru akhir-akhir ini tertarik lagi sama dia setelah nyaris 4 tahun tanpa kabar. Tidak sepenuhnya tanpa kabar sih. Ya baru intens lagi kemarin. Tapi habis itu putus komuniksi lagi. Kapan ya dia bakal muncul lagi. Katanya sih April, tapi sudah masuk Agustus, aku masih belum tahu gimana kabarnya. Dia masih sama dari dulu. Kenapa ya dulu aku gak jatuh cinta sama dia?
Sayangnya dia gak mungkin suka sama aku. Dia punya Lyra. Ya gak apa-apa juga sih. Aku senang dia sama orang lain. Toh yang buat aku jatuh cinta salah satunya adalah bagaimana dia memperlakukan Lyra. Aku harap dia dapat akhir bahagia dengan Lyra meskipun sekarang masih harus terjebak cinta segitiga dengan si narsis Ian.
Shon gak pernah nyata buat aku. Satu-satunya patah hati dengan menyukai sesuatu yang tidak nyata adalah karena dia tidak nyata. Ya setidaknya dia gak bisa jatuh cinta sama siapapun selain Lyra(termasuk aku). One-sided love story yang paling gak drama karena aku gak peduli dengan perasaannya. Aku gak akan bisa cemburu, ngambek, sedih, dan merasa terkhianati kalau sama Shon. Tapi gak bisa juga ngerasain butterfly effect, deg-degan, dan pipi semu merah abis digombalin. Yang aku pedulikan tentang dia cuma kekaguman sifat-sifatnya yang bikin aku terkesan. Cuma itu aja alasan aku jatuh cinta.
Aku gak peduli dengan rasa sedihnya soal pasangannya, keadaan yang menimpa dia, keluarganya, temannya, atau apapun tentangnya aku gak peduli. Walaupun aku cukup was-was dengan hubungannya dan Lyra. Pokoknya aku cuma jatuh cinta dengan sifat Shon, bukan kehidupannya. Jadi kalau Shon berubah, mungkin perasaanku juga bisa berubah.
Ah aku gak boleh mikir yang enggak-enggak tentang Shon. Biar bagaimanapun, tetap aja dia pernah kasih warna-warni dan jadi konten di tulisan kali ini. Aku rasa aku mulai menggila akhir-akhir ini.
Ayo dong episode selanjutnya cepat datang. Aku rindu membaca tentang dia. Hah? Kenapa? Shon? Iya, dia karakter fiksi yang bikin aku jatuh cinta.
Komentar
Posting Komentar