Jatuh Cinta Bulan Desember
Halo bulan Desember. Bulan favoritku. Penghujung tahun selalu jadi waktu rekapitulasi rasa dan momen yang terjadi di 11 bulan sebelumnya. Bulan menuju titik nol di mana aku bisa menemukan kesimpulan di tahun itu dan mengambil beberapa pelajaran supaya gak jatuh lagi di tahun berikutnya.
Aku mau ngobrol tentang cinta. Akan sangat filosofis tapi aku suka. Cinta dari berbagai macam persepktif itu unik dan aku suka. Aku udah pernah bahas dari segi sains, dan mungkin definisinya dari pikiranku perlu aku paparkan. Biar saling melengkapi. Walaupun bertolakan.
Ngomong soal cinta, sampai usiaku nyaris menginjak kepala dua aku masih susah meraba-raba gimana rasanya dan apa bedanya dengan rasa suka. Belakangan aku sadar satu hal, definisi cinta itu bisa beda-beda. Tapi tetap universal. Dari sekian banyak definisi yang aku temuin. Dari internet sampai obrolan ngalor ngidul aku akhirnya bisa menemukan definisi cinta versi aku sendiri. Mungkin versi QnA bisa menjabarkan pikiranku tentang cinta dengan lebih baik. Meskipun sebenarnya topik ini abstrak dan aku agak sulit membuat summary isi kepalaku tentang objek cinta ini. But lemme try. Seberapa bisa aku mengekspresikan definisi cinta melalui tulisan.
Cinta itu apa sih?
Cinta adalah ketika kita selalu pengen yang terbaik untuk orang itu.
Apakah ketika kita cinta dengan dia, kita juga berharap diri kita jadi
yang terbaik untuk dia juga?
Nggak. Cinta itu tanpa pamrih. Murni merasa ingin yang terbaik untuk
orang lain tanpa meminta dia merasakan hal yang sama. Kamu gak bisa memaksakan
orang lain untuk menginginkan yang terbaik untuk diri kamu. Semuanya personal
dan di rasa-rasa.
Bagi aku, cinta itu gak
memaksakan keterbaikan, tapi memberi yang terbaik senatural mungkin. Bahkan
meskipun pemberiannya harus dalam bentuk ketiadaan diri kamu untuk dirinya.
Kadang kamu mencoba-coba peruntungan. Mendekati dia untuk tahu apakah diri kamu
yang terbaik untuk dia dan bisa memberi dia bahagia atau ternyata orang lain.
Ketika ternyata kamu yang terbaik untuk dia, rasanya pasti menyenangkan. Tapi
rasa menyenangkan itu tercipta oleh perasaanmu. Bukan karena rasa cinta yang
ada di hatimu. Tapi begitu dia tidak bahagia dengan kamu di sisinya dan kamu cinta sama dia, kamu malah hanya akan semakin cinta dengan dia dan berharap
yang terbaik dari orang lain segera menghampiri dia.
Bagi aku cinta bukan sesuatu yang perlu balasan atau bentuk
balas-berbalas. Karena cinta itu sejalan dengan hati sendiri, bukan hati orang
lain. Begitu rasa spesifik keinginan untuk mengharapkan yang terbaik untuk
orang itu muncul, berarti kamu sedang dihampiri cinta. Bukan kamu yang
menghampiri. Makanya kamu gak bisa mendatangkan rasa cinta begitu aja untuk
orang lain.
Menginginkan yang terbaik tanpa perlu menjadikan diri kita yang terbaik
untuk dia. Cinta bersifat universal, bukan emosi sesaat yang muncul karena rasa
ingin menjadi dominan atas orang lain. Bahkan tanpa kerja segala ledakan hormon
itu, cinta harusnya tetap ada. Ketika kamu ingin yang terbaik untuk seseorang,
kamu sedang cinta sama dia, dan rasa ingin itu gak seharusnya mudah berubah. Gak mungkin
rasanya ketika kamu memberi pengharapan dan doa suatu hal yang baik untuk orang
lain, lantas rasa pengharapan itu dengan mudah hilang begitu hormon dopaminenya
surut. Bahkan walaupun cinta kita tertolak, bukannya itu malah bisa jadi alasan
bagi kita untuk semakin cinta sama orang itu. Supaya dia bisa melihat kita
sebagai orang yang mencintai dia. Memberi rasa berharga bagi dia untuk dirinya
karena dicintai. Karena kita sedang mengingikankan yang baik terjadi sama dia,
bahkan meskipun tanpa kita di sisinya.
Jadi cinta itu tentang apa? Cinta itu tentang yang mencintai atau yang
dicintai?
Cinta gak tentang keduanya, cinta itu berdiri sendiri. Rasa harap yang
mampir ke relung si pencinta.
Apakah kalo cinta bertepuk sebelah tangan berarti kondisi ketika kamu
menginginkan hal yang terbaik untuk orang lain, sedangkan orang lain tidak
merasakan hal yang sama untuk kamu?
Bisa jadi.
Apakah menjadikannya prioritas adalah tanda ketika kita mencintai dia?
Tidak selalu. Karena kemudian ketika dia gak menjadikan kamu prioritas, lantas apakah artinya cintamu bertepuk sebelah tangan? Tidak ada yang tahu.
Rasanya contoh terbaik yang bisa aku berikan untuk kasus ini adalah rasa
cinta ke keluarga.
Keluarga yang kamu cintai, mau seberapa mengesalkannya keluarga, kamu
seharusnya selalu ingin yang terbaik untuk keluarga kamu. Meskipun tanpa kata.
Meskipun kadang tanpa tindakan.
Cinta juga gak dipengaruhi oleh jarak. karena esensi cinta itu universal dan eternal, sedangkan persandingan adalah fana. Kedekatan bukan wujud cinta.
Kamu berada jauh dari ayah dan ibumu, sekarang kamu sudah ada keluarga
baru. Rasa cinta dengan keluarga yang sebelumnya harusnya gak lekang sama
jarak. Sekalinya cinta, kamu akan selalu cinta. Sekalinya ingin yang terbaik
untuk mereka, kamu akan selalu mengirim pengharapan yang terbaik untuk mereka.
Bahkan meskipun kamu gak ada di samping mereka. Ketika kamu mengirimkan
pengharapan dan doa, itu udah jadi wujud cinta kamu untuk mereka. Meskipun pikiran tentang mereka tidak selalu mampir setiap saat, tapi ketika pikiranmu melanglang buana menuju
mereka, kamu akan tetap mencintai dengan memberi pengharapan yang terbaik untuk mereka. Sejauh apapun,
seterpisah apapun, cinta akan selalu ada, karena dia harapan, dia gak perlu
dipupuk untuk tumbuh. Dia terus tumbuh. Yang layu hanya perasaanmu.
2020 tahun penuh cinta. Ketika aku lebih banyak mengirimkan
harapan-harapan terbaikku untuk orang-orang yang aku cintai dibandingkan tahun lalu.
2020 aku belajar cinta. Tentang mempertahankan tidak selalu menjadi
bentuk dari rasa cinta dan kerelaan bukan sesuatu yang buruk untuk menunjukkan rasa cinta.
Tulisan ini bentuk rasa syukur dan terima kasihku kepada Tuhan Sang Maha Cinta yang sudah membiarkan aku merasakan berbagai jenis cinta dan pemilik cintaku yang paling besar.
Komentar
Posting Komentar