Sexual Harassment

7 juli 2020. Tiba-tiba aku ditanya sama orang, "coba kamu jujur, kamu pasti pernah ngalamin sexual harassment kan, sekali setidaknya?" 

Awalnya aku bingung kenapa dia tanya itu tiba-tiba. Terus dia cerita ke aku, dia nanya ke sekumpulan perempuan dan kesimpulannya semua perempuan yang ditanya akhirnya mengaku kalau mereka pernah ngalamin sexual harassment pas masih kecil, dari yang paling sederhana sampai yang gak bisa dibayangkan. Semuanya. Tapi semuanya juga menyimpan rapat-rapat seakan itu rahasia mereka sendiri yang gak perlu diungkapin lagi. Mereka saat itu belum dewasa untuk tahu itu sebagai bentuk pelecehan dan baru sadar ketika mereka udah dewasa.

Surprisingly, ingatan-ingatan masa lampau yang pernah menghantui datang kembali mengiris-ngiris ingatanku. Saat masih kecil aku pernah ngalamin hal itu dan karena itu dianggap kenangan buruk dan memalukan, kebanyakan dari kita bakal nyimpan itu semua buat kita sendiri, sama seperti yang aku rasakan. Malu buat bilang kalo kita pernah ngalamin hal kayak gitu. Dan pasti banyak orang di luar sana yang banyak yang lebih parah lagi. Kita emang tahu sexual harassment itu sering terjadi, tapi ternyata yang terjadi emang seburuk itu dan sekritis itu masalahnya. Emang gak semua terjadi ke perempuan, tapi yang aku sadari emang perempuan lebih sering jadi korban. Anak kecil juga. Entah kenapa bibit-bibit harasser itu ada dan banyak secara nyata di lapangan. Dan pelakunya kadang orang yang gak diduga bakal ngelakuin hal itu. 

Kadang orang yang ngaku juga takut, gak dipercaya, serta dianggap mengada-ngada. Seorang harasser yang melakukan tindakan asusila padaku adalah seseorang yang sangat dipercaya oleh ayahku. Seorang agamis yang punya posisi tinggi di kelompok masyarakat. Siapa yang bisa percaya padaku meskipun aku berbicara hari ini. Belum lagi hal ini merugikanku. Mencemari nama baik kedua pihak. Yang bisa kulakukan hanya menyimpan dan membiarkan rahasia itu membusuk sendirian. Ironis. Orang lain bisa saja melihatku melenggang menghadapi dunia dengan tegar tanpa sadar beban yang kupikul masa lalu tetap ada dan menggerogoti pikiran tiap kali kelebat kenangan buruk itu datang.

Aku yang masih kecil dengan polosnya hanya bisa terdiam saat diperlakukan seperti itu karena merasa saat itu si bejat itu adalah orangtua yang harus kuhormati. Ketika aku dewasa aku sadari hal lain. Persetan dengan segala substansi agama yang dia pelajari. Dia seorang pedofilia gila yang bersembunyi di balik agamanya. Hal-hal seperti ini yang kadang membuat diriku skeptis dengan seseorang yang terlalu 'alim'. Ibadahnya banyak tapi personality bisa aja bobrok. Setidaknya aku belajar sesuatu kalau ibadah seseorang tidak bisa menjadi dasar kelakuan seseorang dan membuatku lebih bijak menilai orang. Rugi sekali agama yang harus menanggung mereka dengan berlaku sebagai cover kebejatan oknum sinting gila citra.

Beberapa orang yang sok edgy bilang masalah ini terlalu dilebih-lebihkan, toh misalnya gak ada yang sampe hamil dan lain sebagainya. Tapi sebenarnya dampak yang cuma pegang-pegang itu besar banget buat psikologi kita. Ketakutan dan rasa trauma itu ada tersimpan di alam bawah sadar korban. Aku gak habis pikir sama orang yang koar-koar tapi ignorant sama masalah ini dan menganggap itu hal wajar bagi mereka. Mereka bahkan belum pernah mengalami hal yang sama. Oke lah mungkin ada yang mengalami dan merasa ikhlas melepas semuanya. Tapi semua orang tidak sama. Aku tidak sama. Aku mendendam. Setidaknya aku pendendam yang berusaha mengikhlaskan. Menulis seperti ini sedikit banyak membawa kelegaan, meskipun aku tidak tahu siapa dan kapan seseorang akan membaca ini.

Aku berdoa semoga dunia diliputi kebahagiaan untuk orang baik setiap harinya. Setidaknya bertambah. Karena tentu saja, sudah menjadi bukan rahasia Tuhan punya takaran adil yang berbeda dengan kita.  Apapun yang terjadi, aku hanya ingin percaya Dia sedang merencanakan masa depan terbaik untuk setiap orang di balik masa lalu menyedihkan mereka.



Komentar

Populer

echoes of warmth

Drama Mahasiswi Tua

Puisi #1: Dalam Ruang Paradoks